.

 

Petunjuk Pelaksanaan PIN PPSPM

A.   Prinsip Dasar Pelaksanaan

  1. PIN PPSPM adalah sistem untuk melindungi PPSPM dan Petugas KPPN     dalam transaksi pencairan dana APBN dengan mengacu pada Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik.
  2. PIN PPSPM bersifat rahasia dan penggunaannya menjadi tanggung jawab PPSPM.
  3. ADK SPM yang disampaikan kepada KPPN wajib dilengkapi dengan PIN PPSPM sebagai tanda tangan elektronik pada ADK SPM.
  4. PIN PPSPM yang dapat diterima pada aplikasi SP2D merupakan bentuk pernyataan bahwa SPM adalah benar telah diterbitkan dan ditandatangani oleh PPSPM pada satker yang bersangkutan.

pippspm

 

B.   Syarat Pendaftaran

  1. PPSPM harus menunjukkan asli Surat Keputusan dari KPA beserta fotokopinya yang menyatakan penunjukan PPSPM.
  2. PPSPM mengisi dan menandatangani formulir pendaftaran PIN PPSPM yang tersedia di KPPN.
  3. PPSPM juga melampirkan fotokopi kartu identitas (KTP).
  4. PPSPM memiliki ponsel yang digunakan untuk transaksi PIN PPSPM.
  5. Telah membaca dan memahami segala peraturan, syarat, dan ketentuan, serta buku manual PIN PPSPM.
  6. Melampirkan 1 (satu) lembar materai Rp6.000,-.

C.   Tata Cara Pendaftaran dan Penggunaan PIN PPSPM

  1. Pendaftaran PIN PPSPM
  2. PPSPM melakukan pendaftaran dengan mengunjungi Costumer Service (CS) KPPN mitra kerjanya untuk mengisi formulir pendaftaran;
  3. Setelah proses registrasi disetujui KPPN, PPSPM diberikan aplikasi injeksi PIN PPSPM beserta nomor register aplikasi;
  4. SMS Gateway KPPN segera mengirimkan PIN awal berupa 6 digit kombinasi angka dan huruf.
  5. Aktivasi PIN PPSPM
  6. Untuk mengaktifkan PIN PPSPM, PPSPM wajib mengganti PIN awal tersebut dengan 6 digit angka.
  7. Aktivasi PIN PPSPM dapat dilakukan dengan mengirimkan SMS ke nomor SMS Gateway KPPN atau dengan menggunakan aplikasi PIN. PPSPM yang disediakan pada Customer Service
  8. Dalam hal aktivasi dilakukan dengan menggunakan sarana SMS, PPSPM wajib melakukan encode PIN baru ke dalam aplikasi injeksi PIN. PIN PPSPM hasil encoding tersebut yang akan dikirimkan melalui SMS sebagai “pinbaru”. Untuk itu PPSPM terlebih dahulu harus melakukan instalasi aplikasi injeksi PIN ke dalam komputer yang digunakan oleh PPSPM.

Contoh: PIN awal adalah 12345a. PIN baru yang ditetapkan PPSPM untuk digunakan selanjutnya misalnya 123010, maka PIN 123010 tersebut terlebih dahulu dimasukkan ke dalam aplikasi injeksi PIN untuk dilakukan encoding pada menu <encode>. Hasil encoding PIN misalnya menjadi z34512, maka PIN hasil encoding inilah yang dikirim melalui SMS ke nomor SMS Gateway KPPN dengan format sebagai berikut: AKTIFPIN#12345a#z34512

  1. Pengiriman SMS aktivasi PIN PPSPM harus dilaksanakan pada hari yang sama dengan proses encode PIN.
  2. Jika proses perubahan PIN awal tersebut berhasil, maka SMS Gateway KPPN akan mengirimkan SMS balasan yang menyatakan “AKTIVASI BERHASIL”.
  3. Jika proses perubahan PIN awal tidak berhasil, maka SMS Gateway KPPN akan mengirimkan SMS balasan yang menyatakan “AKTIVASI GAGAL”
  4. Ubah PIN PPSPM
  5. Untuk mengubah PIN PPSPMdapat dilakukan dengan mengirimkan SMS ke nomor SMS Gateway KPPN atau dengan menggunakan aplikasi PIN PPSPM yang disediakan pada Customer Service KPPN dengan format: UBAHPIN#pinlama#pinbaru
  6. Dalam hal perubahan PIN PPSPM dilakukan dengan menggunakan sarana SMS, PPSPM wajib melakukan encode PIN baru ke dalam aplikasi injeksi PIN. PIN hasil encoding tersebut yang akan dikirimkan melalui SMS sebagai “pinbaru”.

Contoh: PIN lama adalah 123010. PIN yang diubah PPSPM untuk digunakan selanjutnya misalnya 010637, maka PIN lama maupun PIN baru harus terlebih dahulu dimasukkan ke dalam aplikasi injeksi PIN untuk dilakukan encoding pada menu “encode”. Hasil encoding PIN lama misalnya menjadi z34512 dan hasil encoding PIN baru menjadi i10169, maka PIN inilah yang dikirim melalui SMS ke nomor SMS Gateway KPPN dengan format sebagai berikut: UBAHPIN# z34512#i10169

  1. Jika proses perubahan PIN tersebut berhasil, maka SMS Gateway KPPN akan mengirimkan SMS balasan yang menyatakan “PERUBAHAN PIN BERHASIL”.
  2. Jika proses perubahan PIN tidak berhasil, maka SMS Gateway KPPN akan mengirimkan SMS balasan yang menyatakan “PERUBAHAN PIN GAGAL”.
  3. Konfirmasi PIN PPSPM
  4. PPSPM dapat melakukan konfirmasi kebenaran PIN PPSPM melalui SMS.
  5. Konfirmasi PIN PPSPM dilakukan dengan mengirimkan SMS ke nomor SMS Gateway KPPN dengan format: KONFIRMASIPIN#”pinppspm”. PIN PPSPM yang dimintakan konfirmasi adalah hasil encoding dari aplikasi injeksi PIN. Oleh karena itu PPSPM wajib melakukan encode PIN PPSPM ke dalam aplikasi injeksi PIN sebelum dimintakan konfirmasi melalui sarana SMS.

Contoh: PIN yang akan dimintakan konfirmasi kebenarannya adalah 123010. Maka PIN 123010 tersebut terlebih dahulu dimasukkan ke dalam aplikasi injeksi PIN untuk dilakukan encoding pada menu “encode”. Hasil encoding PIN misalnya menjadi z34512, maka PIN inilah yang dikirim melalui SMS ke nomor SMS Gateway KPPN dengan format sebagai berikut: KONFIRMASIPIN#z34512

  1. Jika PIN PPSPM yang dimintakan konfirmasi tersebut benar, maka SMS Gateway KPPN akan mengirimkan SMS balasan yang menyatakan “PIN AKTIF”.
  2. Jika PIN PPSPM yang dimintakan konfirmasi tersebut salah, maka SMS Gateway KPPN akan mengirimkan SMS balasan yang menyatakan “PIN TIDAK AKTIF”.
  3. Penonaktifan PIN PPSPM

Proses penonaktifan merupakan bentuk penghentian penggunaan PIN untuk masing-masing PPSPM. Penonaktifan PIN PPSPM dapat dilakukan oleh PPSPM atau oleh Kuasa Pengguna Anggaran yang bersangkutan. Tata cara penonaktifan dilakukan sebagai berikut:

  1. Proses penonaktifan dilakukan dengan cara menghubungi dan memerintahkan penonaktifan PIN PPSPM kepada petugas di KPPN secara langsung atau melalui telepon pada jam kerja.
  2. Petugas KPPN akan memverifikasi data PPSPM dengan beberapa pertanyaan sesuai dengan data yang disampaikan pada saat registrasi.
  3. Dalam hal penonaktifan dilakukan melalui telepon, PPSPM mengirimkan surat permintaan penonaktifan melalui faksimili ke KPPN.
  4. PPSPM menghubungi kembali petugas KPPN untuk melakukan konfirmasi atassurat permintaan penonaktifan yang telah dikirimkan.
  5. Asli surat permintaan penonaktifan PIN PPSPM tetap harus dikirimkan ke KPPN.
  6. Keadaan Kahar

PPSPM membebaskan KPPN dari tanggung jawab dalam hal KPPN tidak dapat menyediakan layanan PIN PPSPM yang disebabkan kejadian atau hambatan di luar kekuasan atau kemampuan KPPN termasuk gangguan komunikasi telepon seluler yang dijadikan sebagai media aktivasi PIN PPSPM.

A.   Ketentuan Penggunaan PIN PPSPM

  1. PPSPM melakukan instalasi aplikasi injeksi PIN pada komputer yang berbeda dengan komputer yang digunakan untuk membuat SPM.
  2. Pada saat pertama kali menggunakan aplikasi injeksi PIN, akan diminta mengisikan nomor register yang diberikan pada saat PPSPM melakukan pendaftaran di KPPN.
  3. Aplikasi injeksi PIN bersifat terbatas dengan nomor register dari KPPN yang penggunaannya menjadi tanggung jawab PPSPM dan dilarang dipindahtangankan kepada orang lain tanpa ijin KPPN.
  4. PIN PPSPM bersifat rahasia dan penggunaannya menjadi tanggung jawab PPSPM.
  5. Setiap menandatangani SPM dalam bentuk hardcopy, PPSPM wajib untuk membubuhkan tanda tangan elektronik dalam bentuk PIN PPSPM ke dalam ADK SPM.
  6. PPSPM wajib memeriksa kesesuaian antara hardcopy SPM dengan ADK SPM sebelum keduanya dikirim ke KPPN. Kebenaran data SPM (ADK dan hardcopy) merupakan tanggung jawab Satuan Kerja.
  7. ADK SPM dan hardcopy SPM yang telah diyakini kebenarannya oleh satker diajukan ke KPPN.
  8. KPPN melakukan verifikasi kesesuaian PIN PPSPM dalam ADK SPM dengan database SMS Gateway Apabila terdapat ketidaksesuaian PIN PPSPM, maka Petugas Front Office (FO) KPPN wajib menolak SPM yang diajukan oleh Satuan Kerja.

B.   Lain-Lain

  1. PPSPM dapat menghubungi Customer Service (CS) KPPN pada hari kerja pukul 07.30-17.00 waktu setempat jika mengalami kesulitan terkait PIN PPSPM.
  2. PIN PPSPM merupakan tanggung jawab yang melekat pada PPSPM, sehingga bersedia menanggung setiap kerugian negara yang disebabkan penyalahgunaan PIN PPSPM tersebut.